PEMETAAN POTENSI KERUSAKAN JALAN KECAMATAN MEDAN DENAI DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Mapping Potential Road Damage in Medan Denai District Using a Geographic Information System Application
DOI:
https://doi.org/10.59003/nhj.v6i5.2354Keywords:
Geographic Information System, Potential Road Damage, Quantum GIS, Weighted Linear Combination (WLC)Abstract
Medan Denai District is one of the areas in Medan City with a high level of activity density, leading to an increased load on the road infrastructure network, particularly on Secondary Arterial and Secondary Collector road segments. This study aims to analyze and map the distribution of potential road damage levels in Medan Denai District, as well as to identify the most dominant geographical and operational factors influencing it. The method used in this study is based on a Geographic Information System (GIS) using Quantum GIS (QGIS) software version 3.44.7. Data processing was conducted through the integration of spatial analysis (buffering, geoprocessing, slope analysis) and parameter weighting using the Weighted Linear Combination (WLC) method. The results generated a Map of Potential Road Damage Levels in Medan Denai District at a scale of 1:25,000, categorized into three main classifications: low damage identified on 1 road segment, namely Jl. Tangguk Bongkar with a score of 2; moderate damage dominating most road segments, namely Jl. Mandala By Pass, Jl. Menteng Raya, Jl. Menteng VII, Jl. Seksama, Jl. Panglima Denai, Jl. Bromo, Jl. H. Adenan Benawi, Jl. Medan Tenggara II, and Jl. Pelajar with scores ranging from 2.20 to 2.95; and high damage found on 2 main road segments, namely Jl. Denai (score of 3.30) and Jl. Datuk Kabu (score of 3.20). Based on inter-parameter analysis, high traffic volume, sub-optimal functional drainage conditions, and Fluvisol soil type are the most dominant variables triggering potential road damage.
Downloads
References
Ananda, R. (2022). Analisis Tingkat Potensi Kerusakan Jalan Dengan Pemanfaatan Aplikasi Sistem Informasi Geografis Di Kecamatan Medan Selayang Kota Medan. Skripsi. Medan: Politeknik Negeri Medan.
Aronoff, S. (1989). Dalam Geographic Information Systems : A Management Perspective (hal. 332). Ottawa: Ottawa, Ont., Canada : WDL Publications.
Astrini, R., & Oswald, P. (2012). Modul Pelatihan Quantum GIS TIngkat Dasar. Mataram: GIZ- Decentralization as Contribution to Good Governance / BAPPEDA Provinsi NTB.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2024, September 26). BPS Kota Medan. Diambil kembali dari Badan Pusat Statistik Kota Medan: https://medankota.bps.go.id/id/publication/2024/09/26/921bfaeb0dc3c9a3f4d7de13/kecamatan-medan-denai-dalam-angka-2024.html
Badan Pusat Statistik (BPS). (2025, Juli 6). Jumlah Penduduk Kota Medan Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin (Jiwa). Diambil kembali dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan: https://medankota.bps.go.id/id/statistics-table/2/MzEjMg==/jumlah-penduduk-kota-medan-menurut-kecamatan-dan-jenis-kelamin--jiwa-.html
Bafdal, N., Amaru, K., & Pareira P., B. M. (2011). Dalam Sistem Informasi Geografis, Edisi 1 (hal. 85). Bandung: Jurusan Teknik Manajemen Indsutri FTIP UNPAD.
Bagus, S., Erni, S., & Hariyanto. (2019). Pemanfaatan SIG untuk Analisis Kerentanan Kerusakan Jalan di Kabupaten Grobogan. Geo-Image, 6.
Direktorat Jenderal Bina Marga. (2023, Juni 13). PEDOMAN KAPASITAS JALAN INDONESIA. Diambil kembali dari Direktorat Jenderal Bina Marga: https://binamarga.pu.go.id/uploads/files/1942/09pbm2023-pedoman-kapasitas-jalan-indonesia-.pdf
Fernando, R. (2026). Analisis Pemetaan Potensi Rawan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (Sig) Di Kota Bandar Lampung. Bandar Lampung: Universitas Lampung.
Firmansyah, S. J. (2019). Analisis Potensi Kerusakan Jalan Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Surakarta: Universitas Muhamadiyah Surakarta.
Hardjowigeno, S. (2015). Ilmu Tanah, Jakarta: Akademik Pressindo
Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga. (t.thn.). NSPK. Diambil kembali dari PU.net: https://binamarga.pu.go.id/index.php/nspk
Kontan TV. (2025, Juni 2025). https://www.kontan.co.id/. Diambil kembali dari kontan.co.Id: https://www.youtube.com/watch?v=xboetbMrEVk
Krisnantoro. (2013). Dasar dasar Sistem Informasi Geografis. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum Sekretariat jendral pusat pengolahan data.
Mahmudi, M., Subiyanto, S., & Yuwono, B. D. (2015). Analisis Ketelitian Dem Aster Gdem, Srtm, Dan Lidar Untuk Identifikasi Area Pertanian Tebu Berdasarkan Parameter Kelerengan (Studi Kasus : Distrik Tubang, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua). Jurnal Geodesi Undip, 4(1), 95-106. https://doi.org/10.14710/jgundip.2015.7642
Merry, K., Bettinger, P., Crosby, M., & Boston, K. (2023). Geographic Information System Skills for Foresters and Natural Resource Managers. Geographic Information Systems, 23.
Novriwan, Z. (2025, Agustus 20). Indonesia Dalam Cermin Daya Saing Global: Membaca Penurunan Peringkat IMD WCR 2025. Diambil kembali dari kompasiana: https://www.kompasiana.com/zalminovriwan/68a4baca34777c6db03d6b42/indonesia-dalam-cermin-daya-saing-global-membaca-penurunan-peringkat-imd-wcr-2025
Nurrizqi, H. E., Mubarok, C., & Satriono, D. (2017). Modul Pemetaan Menggunakan QGIS. USAID ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DAN KETANGGUHAN (APIK). Las Palmas de.G.C.
Patricia, M. (2018). Analisis Kerusakan Jalan Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Kartasura. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Purwati, E. (2024). Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Untuk Menentukan Jalur Evakuasi Banjir di Kecamatan Mustikajaya Kota Bekasi. Semarang: UNISSULA.
Rachmawati, S. (2009). Pemetaan Tingkat Pengelolaan jalan Menggunakan Teknologi Penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Bantul. Yogyakarta: Tugas Akhir. Fakultas Geografi UGM.
Rinanda, R., Alamsyah, W., & Basrin, D. (2023). Analisis Topografi dan Kerusakan Jalan di Kecamatan Langsa Baro dengan SIG. Langsa Baro: Telsinas.
Saodang, H. (2005). Konstruksi Jalan Raya. Bandung: Nova.
Saodang, H. (2010). Konstruksi Jalan Raya. Bandung: Nova.
Sembiring, A. E. (2015). Analisis Tingkat Kerusakan Jalan Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografis Di Kota Surakarta Dan Sekitarnya. Surakarta.
Septiningtiyas, D. T., Utami, C., Oktaviani, T., & Ananda, R. (2024). The Utilization of Geographic Information System for Damaged Roads in Medan Selayang District. Inovasi Teknologi dan Rekayasa, 7.
Sherman, G. (2025, May 20). QGIS. Diambil kembali dari QGIS Project History: https://docs.qgis.org/3.34/en/docs/user_manual/preamble/foreword.html
Sofyan, T. S. (2011). Kajian Pengaruh Drainase Dan Muka Air Tanah Terhadap Perkerasan Jalan Lentur. Bandung: Direktorat Jenderal Bina Marga.
Suara, M., Jati, B. L., Gufron, A., Hilmani, H., Helmalia, Fitri, N. L., & Andhia. (2023). Penanganan Dampak H + 14 Pasca Bencana Gempa Bumi Dengan Masalah Kesehatan di Desa Mangun Kerta Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 16.
Suryani, T., Faisol, A., & Vendyansyah, N. (2021). Sistem Informasi Geografis Pemetaan Kerusakan Jalan di Kabupaten Malang Menggunakan Metode K-Means. Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika, 9.
Tribun News. (2026). Tribun-Medan.com. Diambil kembali dari tribunnews: https://medan.tribunnews.com/tag/jalan-rusak-di-medan
Van Zuidam, R.A (1985). Aerial Photo-Interpretation in Terrain Analysis and Geomorphologic Mapping. Enschede: ITC.
Wibisono, A. W. (2008). Pemanfaatan Citra Quickbird Untuk Penentuan Prioritas Pemeliharaan Jalan di Kota Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Universitaas Gadjah Mada.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ade Saut Angandrewa Nainggolan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
NHJ is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Articles in this journal are Open Access articles published under the Creative Commons CC BY-NC-SA License This license permits use, distribution and reproduction in any medium for non-commercial purposes only, provided the original work and source is properly cited.
Any derivative of the original must be distributed under the same license as the original.



















