IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH DALAM MENGATASI PENYALAHGUNAAN LAHAN YANG MERUSAK EKOLOGI (STUDI KASUS: PULAU BUNGIN, KECAMATAN ALAS, KABUPATEN SUMBAWA)

Authors

  • Leni Nurul Kariyani Universitas Teknologi Sumbawa

DOI:

https://doi.org/10.59003/nhj.v5i6.1746

Keywords:

Policy implementation, spatial planning, land misuse, ecology, Bungin Island, Sumbawa

Abstract

This study examines the implementation of Regional Regulation No. 10 of 2012 of Sumbawa Regency on Spatial Planning (RTRW) in addressing land misuse that causes ecological degradation. The research focuses on the effectiveness of spatial planning policy implementation in coastal areas, with a case study on Bungin Island, Alas District a highly populated small island experiencing land pressure due to traditional sea reclamation practices. The study employs a literature review method, analyzing relevant regulatory documents, local government reports, and academic studies related to spatial planning and ecological impacts. The findings indicate that the implementation of the RTRW policy has not been fully effective due to weak supervision, limited spatial data, and low public awareness regarding environmental balance. Nevertheless, the local government has strengthened its efforts through the development of Detailed Spatial Plans (RDTR), the application of Geographic Information Systems (GIS), and the promotion of green development programs that integrate conservation and community participation. The study concludes that effective collaboration among the government, communities, and academic institutions is essential to achieve sustainable spatial governance that preserves ecosystems while supporting the well-being of the Sumbawa community.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumbawa. (2021). Laporan Evaluasi Pelaksanaan RTRW Kabupaten Sumbawa 2011–2031. Sumbawa: Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumbawa. (2022). Laporan Kinerja Pembangunan Daerah Tahun 2022. Sumbawa: Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2023). Audit Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumbawa. Mataram: Pemerintah Provinsi NTB.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa. (2023). Kabupaten Sumbawa dalam Angka 2023. Sumbawa: BPS Kabupaten Sumbawa.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) & Pemerintah Kabupaten Sumbawa. (2023). Kajian Efektivitas Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kabupaten Sumbawa. Jakarta: BRIN.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa. (2022). Laporan Kondisi Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Sumbawa. Sumbawa: DLH Sumbawa.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa. (2021). Laporan Pengawasan Pemanfaatan Ruang Tahun 2021. Sumbawa: Pemkab Sumbawa.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa. (2022). Rekapitulasi Evaluasi Implementasi Perda No. 10 Tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Sumbawa. Sumbawa: Pemkab Sumbawa.

Edwards III, G. C. (1980). Implementing Public Policy. Washington D.C.: Congressional Quarterly Press.

Hamzah, A. (2019). Pulau Bungin: Dinamika Sosial dan Budaya Masyarakat Bajo di Pesisir Sumbawa. Sumbawa Besar: Universitas Samawa Press.

Khaerunnisa, R. (2022). Dampak ekologis reklamasi pantai di pulau-pulau kecil Kabupaten Sumbawa. Jurnal Tata Ruang dan Lingkungan, 10(2), 45–58.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (2020). Laporan Pemantauan Terumbu Karang di Kawasan Pesisir Pulau Bungin, Kabupaten Sumbawa. Jakarta: Pusat Penelitian Oseanografi LIPI.

Ramdhan, M. (2024). Pola alih fungsi lahan dan konflik kepentingan dalam tata ruang pesisir NTB. Jurnal Ekoregional NTB, 8(1), 33–49.

Universitas Samawa (UNSA). (2023). Kajian Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Tata Ruang Kabupaten Sumbawa. Sumbawa Besar: Lembaga Penelitian UNSA.

ANTARA News. (2022, 8 Januari). Nikmati sensasi jalan membelah lautan menuju Pulau Bungin Sumbawa. ANTARA News.

Kabar Sumbawa. (2016, 4 April). Reklamasi pantai Pulau Bungin dan Pulau Kaung dihentikan. Kabar Sumbawa.

Kompas. (2023, 18 Agustus). Pulau Bungin di Sumbawa, pulau terpadat di dunia yang terdesak perubahan iklim. Kompas.id.

Liputan6. (2017, 30 Juni). Pulau buatan di Sumbawa ini ternyata terpadat di dunia. Liputan6.com.

Media NTB. (2023, 10 September). Tata ruang pesisir Sumbawa masih tumpang tindih, pemerintah diminta perkuat koordinasi. Media NTB Online.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mongabay Indonesia. (2018, 24 November). Pulau Bungin, pulau terpadat di dunia yang hadapi masalah sampah dan kepadatan. Mongabay Indonesia.

PSNews Sumbawa. (2025, 20 Februari). Pulau Bungin menuju kampung nelayan modern: Menteri KP dan Wamen PKP dukung transformasi pesisir. Pulau Sumbawa News.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tempo. (2023, 20 Agustus). Menata ulang ruang hidup di Pulau Bungin: Antara tradisi dan ketahanan ekologis. Tempo.co.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Leni Nurul Kariyani. (2025). IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH DALAM MENGATASI PENYALAHGUNAAN LAHAN YANG MERUSAK EKOLOGI (STUDI KASUS: PULAU BUNGIN, KECAMATAN ALAS, KABUPATEN SUMBAWA). Nusantara Hasana Journal, 5(6), 26–34. https://doi.org/10.59003/nhj.v5i6.1746